Market Review, Selasa 3 Oktober 2023

Nikkei

Ekuitas Jepang melemah, setelah komentar hawkish dari Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, sehingga memicu penurunan Treasury.

Indeks Topix turun 1,7% menjadi 2,275.47 pada penutupan pasar waktu Tokyo.

Indeks Nikkei turun 1,6% menjadi 31.237,94.

Toyota Motor Corp berkontribusi paling besar terhadap penurunan Indeks Topix, turun 3,1%. Dari 2.155 saham dalam indeks tersebut, 179 saham menguat dan 1.952 saham melemah, sedangkan 24 saham stagnan.

Di AS, Indeks Manufaktur ISM lebih kuat dari perkiraan, dan penutupan pemerintahan dapat dihindari, sehingga menaikkan imbal hasil Treasury secara keseluruhan. Para pedagang meningkatkan taruhan mereka terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada bulan November, dan saat ini mereka melihat sekitar satu dari tiga peluang kenaikan suku bunga, naik dari kemungkinan sebesar 25% yang diperkirakan pada hari Jumat.

Hang Seng

Saham-saham Hong Kong ditutup melemah tajam pada hari Selasa (3/10) ditengah kekhawatiran Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk lebih lama.

Indeks Hang Seng turun 2,69 persen atau 478,44 poin pada level 17.331,22.

Pasar China Daratan ditutup untuk hari libur.

Emas

Harga emas turun pada hari Selasa (3/10) karena dolar naik dan imbal hasil Treasury melonjak ke level tertinggi dalam 16 tahun di tengah berlanjutnya spekulasi bahwa Federal Reserve yang akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama guna mengendalikan inflasi.

Sementara data ekonomi AS yang cukup optimis, dan data mengecewakan dari beberapa negara di dunia juga berkontribusi terhadap kenaikan dolar.

Dolar naik ke level tertinggi dalam 11 bulan hari ini, sebagai reaksi terhadap pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve. Indeks dolar melonjak ke 107,35 sebelum mengurangi beberapa kenaikan. Namun, pada level 107,08, indeks naik hampir 0,2% dari penutupan sebelumnya.

Emas berjangka untuk bulan Desember berakhir lebih rendah sebesar $5,70 pada $1,841.50 per ons.

Perak berjangka untuk bulan Desember berakhir turun $0,044 pada $21,377 per ons, sementara tembaga berjangka untuk bulan Desember ditutup pada $3,6210 per pon, kehilangan $0,0205.

Minyak

Minyak mentah berjangka AS berhasil menambah sedikit kenaikan sebesar 0,5%, yang berakhir pada level $89,23 per barel dan mengakhiri penurunan tiga sesi beruntun yang telah membuat harga berada pada level terendah dalam tiga pekan.

Minyak mentah WTI menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan pada pekan lalu karena persediaan minyak mentah AS turun ke level terendah pada tahun 2023 dan stok di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma turun ke level terendah sejak Juli 2022.

Namun data pekan ini, pertama dari kelompok perdagangan API dan kemudian laporan resmi EIA besoknya, mungkin dapat menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah AS yang jarang terjadi dari pekan ke pekan yang dapat menghilangkan beberapa dukungan terhadap harga. Namun ekspektasi para analis beragam, dan survei WSJ memperkirakan hasil tidak akan berubah, dengan empat analis memperkirakan penurunan dan enam analis memperkirakan kenaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PERHATIAN!!!
MANAGEMEN PT. SOLID GOLD BERJANGKA (PT SGB) MENGHIMBAU KEPADA SELURUH MASYARAKAT UNTUK LEBIH BERHATI-HATI TERHADAP BEBERAPA BENTUK PENIPUAN YANG BERKEDOK INVESTASI MENGATASNAMAKAN PT SGB DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ELEKTRONIK ATAUPUN SOSIAL MEDIA. UNTUK ITU HARUS DIPASTIKAN BAHWA TRANSFER DANA KE REKENING TUJUAN (SEGREGATED ACCOUNT) GUNA MELAKSANAKAN TRANSAKSI PERDAGANGAN BERJANGKA ADALAH ATAS NAMA PT SOLID GOLD BERJANGKA, BUKAN ATAS NAMA INDIVIDU.