Solid Gold Berjangka Semarang | Bursa saham global bergerak menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat semakin dekat dengan kesepakatan damai bersama Iran. Pernyataan ini membuat pelaku pasar kembali berani masuk ke aset berisiko, karena peluang meredanya konflik Timur Tengah dinilai dapat mengurangi tekanan terhadap pasar energi dan inflasi global.
Sentimen positif dari Wall Street ikut menjalar ke pasar Asia. Indeks MSCI Asia Pacific naik 2,6% dan menghentikan pelemahan dua hari beruntun. Kospi Korea Selatan melonjak 8,2%, didorong penguatan saham chip dan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan. Di kawasan lain, Topix Jepang naik 2,1%, S&P/ASX 200 Australia menguat 1,8%, sementara kontrak berjangka Hang Seng naik 0,9%.
Di pasar komoditas, harga minyak melemah setelah Trump menarik ancaman serangan militer terhadap Iran dan membuka peluang penandatanganan kesepakatan damai akhir pekan ini di Eropa. Brent turun 1,4% ke sekitar US$89,10 per barel. Penurunan minyak ini membantu meredakan kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akan kembali mendorong inflasi dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Namun pasar tetap berhati-hati karena Iran belum secara resmi menyetujui teks kesepakatan apa pun dengan AS. Selain itu, data inflasi produsen AS masih menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan, meski inflasi inti tercatat lebih rendah. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik tipis ke 4,47%, sementara emas melemah setelah sebelumnya sempat naik lebih dari 3%. Artinya, pasar sedang menikmati euforia damai, tetapi arah selanjutnya masih sangat bergantung pada kepastian diplomasi AS–Iran, inflasi, dan kebijakan bank sentral. (asd)
Sumber: Newsmaker.id