Emas Tertekan, Minyak Bergejolak di Tengah Drama AS–Iran

Solid Gold Berjangka Semarang | Resume Pergerakan Emas dan Minyak Dunia

Emas

Emas bergerak dalam tekanan karena pasar kembali memperhitungkan peluang suku bunga The Fed tetap tinggi. Data ekonomi AS yang masih kuat, terutama tenaga kerja dan inflasi, membuat dolar AS serta yield Treasury menjadi beban utama bagi XAU/USD.

Ketegangan AS–Iran sebenarnya memberi dukungan safe haven bagi emas. Namun, efeknya terbatas karena pasar menilai konflik tersebut bisa mendorong harga minyak naik, memperkuat inflasi, dan membuat The Fed semakin sulit menurunkan suku bunga.

Emas sempat turun tajam hingga mendekati area US$4.000 karena tekanan fundamental dan teknikal. Namun, harga kemudian rebound setelah Trump membatalkan rencana serangan lanjutan ke Iran dan menyebut peluang damai semakin dekat.

Meski mulai pulih, emas belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Pasar masih menunggu kepastian soal kesepakatan damai AS–Iran, arah harga minyak, serta sikap The Fed terhadap inflasi.

Minyak Dunia

Harga minyak bergerak sangat volatil karena pasar terus merespons perkembangan konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga terjadi saat serangan terhadap Iran dan risiko gangguan pasokan energi meningkat.

Namun, minyak juga sempat melemah setelah muncul sinyal meredanya ketegangan, termasuk kabar penghentian serangan dan peluang pembicaraan damai. Selain itu, lemahnya permintaan dari China ikut menekan harga minyak.

Harga minyak kembali naik ketika Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap target Iran. Pasar khawatir konflik yang lebih luas dapat mengganggu jalur pasokan penting, terutama di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Menjelang akhir pekan, minyak turun tajam setelah Trump membatalkan serangan baru terhadap Iran. Sentimen pasar membaik karena risiko perang mulai mereda, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan ikut menurun.

Kesimpulan

Secara umum, emas dan minyak sama-sama dipengaruhi oleh konflik AS–Iran, inflasi, dan ekspektasi kebijakan The Fed. Emas masih tertahan oleh tekanan suku bunga tinggi, sementara minyak lebih sensitif terhadap risiko pasokan dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

PREDIKSI

Skenario Gold Minggu Ini

Emas berpotensi bergerak konsolidasi di area 4.150–4.300. Selama belum mampu menembus 4.300–4.330, tekanan jual masih cukup kuat.

Jika emas gagal naik ke atas 4.300, harga berisiko kembali turun ke 4.180, lalu bisa lanjut ke 4.100. Namun, jika mampu close daily di atas 4.330, peluang rebound terbuka ke area 4.360–4.400.

Dari sisi fundamental, emas masih tertekan oleh ekspektasi suku bunga The Fed yang tinggi. Inflasi AS yang masih kuat membuat dolar AS dan yield Treasury berpotensi tetap menekan pergerakan emas.

Sementara itu, isu damai AS–Iran dan rencana pembukaan Selat Hormuz membuat permintaan safe haven emas mulai berkurang. Artinya, selama konflik tidak kembali memanas, dorongan naik emas masih terbatas.

Kesimpulan:
Untuk minggu ini, gold masih cenderung sideways bearish selama berada di bawah 4.300–4.330. Bias baru berubah positif jika harga mampu close kuat di atas area tersebut. Sebaliknya, jika turun di bawah 4.180, emas berisiko melemah ke 4.100–4.000. 

Sementara jika BCO masih tertahan di bawah 85–86, harga rawan lanjut turun ke 82–80. Kalau area 80 jebol, tekanan bisa lanjut ke 78–75.

Tapi kalau harga mampu balik naik dan tembus 86, ada peluang rebound pendek ke 88–90. Namun selama belum tembus 90, trend besarnya masih belum aman untuk bullish.

Dari sisi fundamental, minyak sedang tertekan karena risiko perang AS–Iran mulai mereda. Reuters melaporkan harga minyak turun tajam setelah ada kabar kesepakatan awal AS–Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sehingga premi risiko geopolitik mulai keluar dari harga minyak.

Selain itu, draft kesepakatan juga disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pelonggaran sanksi minyak Iran, yang bisa menambah ekspektasi pasokan kembali lancar.

Kesimpulan:
BCO minggu ini masih cenderung sideways bearish. Selama harga berada di bawah 88–90, tekanan turun masih dominan. Area yang paling penting dipantau adalah 80 sebagai support psikologis. Kalau konflik AS–Iran benar-benar mereda, minyak masih berisiko turun. Tapi kalau kesepakatan gagal atau konflik memanas lagi, oil bisa rebound cepat.

Sumber: Newsmaker.id

PERHATIAN!!!
MANAGEMEN PT. SOLID GOLD BERJANGKA (PT SGB) MENGHIMBAU KEPADA SELURUH MASYARAKAT UNTUK LEBIH BERHATI-HATI TERHADAP BEBERAPA BENTUK PENIPUAN YANG BERKEDOK INVESTASI MENGATASNAMAKAN PT SGB DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ELEKTRONIK ATAUPUN SOSIAL MEDIA. UNTUK ITU HARUS DIPASTIKAN BAHWA TRANSFER DANA KE REKENING TUJUAN (SEGREGATED ACCOUNT) GUNA MELAKSANAKAN TRANSAKSI PERDAGANGAN BERJANGKA ADALAH ATAS NAMA PT SOLID GOLD BERJANGKA, BUKAN ATAS NAMA INDIVIDU.