AS–Iran Sepakati Deal, Market Terguncang!

Solid Gold Berjangka Semarang | Amerika Serikat dan Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan perang yang mengguncang Timur Tengah. Kesepakatan ini membuka jalan bagi negosiasi selama 60 hari mengenai masa depan program nuklir Iran, meski teks resmi belum dirilis oleh kedua pihak.

Pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Swiss pada 19 Juni untuk menandatangani perjanjian tersebut. Penundaan dari jadwal awal menunjukkan masih ada beberapa aspek teknis yang perlu diselesaikan. Presiden Donald Trump menyebut kesepakatan ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi kawasan, sementara Iran menyatakan detail perjanjian akan diumumkan setelah penandatanganan.

Selat Hormuz menjadi pusat kesepakatan karena jalur ini sempat terganggu berat sejak perang pecah. Ratusan kapal tertahan di kedua sisi jalur tersebut, mengganggu pasar energi global. Dalam kondisi normal, Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia, sehingga pembukaan kembali jalur ini menjadi sinyal penting bagi pasar.

Meski demikian, kedua pihak masih menampilkan narasi berbeda. Media Iran menggambarkan kesepakatan ini sebagai kemenangan Teheran karena AS dan Israel dinilai dipaksa mengakhiri perang. Sementara itu, Washington menekankan bahwa kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan membuka ruang bagi negosiasi teknis lebih lanjut.

Hambatan utama masih ada. Iran ingin pencabutan sanksi utama dan sekunder, akses ke dana yang dibekukan di luar negeri, serta pengaturan baru terkait kapal yang melewati Hormuz. Di sisi lain, AS harus menghadapi tekanan politik domestik, terutama dari kelompok hawkish yang menilai Trump berisiko memberi terlalu banyak ruang kepada Iran tanpa penyelesaian penuh atas isu nuklir dan rudal balistik.

Kesepakatan ini juga belum otomatis menormalisasi arus energi. Pembersihan ranjau, keamanan kapal, dan pengaturan lalu lintas di Hormuz masih membutuhkan waktu. Israel juga menjadi variabel penting, terutama setelah serangan baru di Lebanon sempat mengancam momentum penandatanganan. Karena itu, pasar masih akan menunggu bukti implementasi, bukan hanya pengumuman politik.

Dampaknya, oil berpotensi tetap tertekan jika Hormuz benar-benar dibuka karena premi risiko pasokan menyusut. Dollar bisa melemah karena permintaan safe haven berkurang saat risiko geopolitik mereda. Sementara emas dapat bergerak campuran: pelemahan dolar memberi dukungan, tetapi turunnya risiko perang dan inflasi energi bisa mengurangi permintaan safe haven.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

PERHATIAN!!!
MANAGEMEN PT. SOLID GOLD BERJANGKA (PT SGB) MENGHIMBAU KEPADA SELURUH MASYARAKAT UNTUK LEBIH BERHATI-HATI TERHADAP BEBERAPA BENTUK PENIPUAN YANG BERKEDOK INVESTASI MENGATASNAMAKAN PT SGB DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ELEKTRONIK ATAUPUN SOSIAL MEDIA. UNTUK ITU HARUS DIPASTIKAN BAHWA TRANSFER DANA KE REKENING TUJUAN (SEGREGATED ACCOUNT) GUNA MELAKSANAKAN TRANSAKSI PERDAGANGAN BERJANGKA ADALAH ATAS NAMA PT SOLID GOLD BERJANGKA, BUKAN ATAS NAMA INDIVIDU.